Ujaran Dari Segelintir Abu dan Puisi Lainnya – Ayu Sastra

Ujaran Dari Segelintir Abu dan Puisi Lainnya

Ajak Aku Beriman Dengan Nafasmu
Oleh: Lestari Sastra
Kliteran tengah wengi Ngrogoh rogo Ngrogoh sukma, ingsun Sopo aku sebenere Ingsun nggondeli roso sing tak anti-anti Saben dina uga ingsun sampun dedunga marang Gusti ingkang luhung Namun, lelayu ning ati kedah nyumpeki Gandari.... Tulungono aku Punopo tresno marang siro ngluwehi tresnoku marang Maha Suci Kegagalan cinta membutakan seluruh jalan nafasku Sampai tersengal-sengal Aku sempat buta Marang welas asih Maha Agungku Tapak jejal kakiku serasa tertindih Di pinggir telaga nirmala Sembari aku mengeja abstraknya jati diri
Gandari.... Tulungono aku Supoyo ingsun saget gelayutan marang Maha Asih Aku sempat menolak ajakan firman-Nya yang begitu berat di kepalaku Sampai-sampai seluruh jagad geleng-geleng kepala Apa yang sebenarnya ku cari, Gandari... Aku hanya butuh cinta Cinta tulus Menuntun kegelapan Dengan kata-kata nirwana penuh keteduhan Lasem, 31 Oktober 2022
Ujaran Dari Segelintir Abu
Oleh: Lestari Sastra
Suaraku terpecah Di balik suara yang berusaha menepis durjana Ringkih ku meniti sayup-sayup jemari yang tangkas menyeka gerimis Aku hanya sebutir pasir Dari ribuan keindahan laut pandang Aku hanya segelintir abu Dari cantiknya kilauan bunga serdadu Aku tak lebih indah dari ujaran mayoritasmu Yang dekat dengan Tuhan Padahal aku punya cara sendiri Untuk memuja cintaku Tapi kau tak acuhkan cumbuku pada-Nya Aku terlihat Ada di selipan ketiak-ketiak doamu Yang bercucuran bau kecut Saat tangan menengadah dalam sepi Mengapa ia seperti tak terima Tuhan Jika aku punya ritual sendiri untuk dirimu Melalui sastra ini Lasem, 1 November 2022 Surga Itu, Belum Tentu Menerimaku Oleh: Lestari Sastra
Ibu Kau tak hanya bertarung dengan dua dunia yang membingungkan Antara menyerah atau berjuang mengeluarkan bayi yang belum tentu setiap hari dapat membahagiakanmu Kau selalu susah payah Dibalik guyuran keringat bercampur tangis yang tak tahu itu adalah isyarat terdalam Buaian yang tak henti-henti Lafalan doa yang terus teranyam Beribu ampunan yang terus menderu Luluh lantahkan semua kesalahan Dari anakmu Kau selalu telan kepahitan daun talas dalam hidupku Kau terus mendekap rinduku Kau terus mengais cintaku Kau terus menyeka bendungan gerimisku Kau terus terus terus menyayangi setiap bait dan detik yang kian lama kian hangus akan waktu Aku...bayimu Tak bisa apa-apa Apalagi melunasi kasih sayang dan kebohonganmu Untuk kebahagiaan buah hatimu Setidaknya... Aku bisa tinggal Di surga yang ada pada telapak kakimu Walaupun itu belum tentu
Lasem, 1 November 2022
Ayu Sastra
Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Ayu Lestari, hidup di tengah-tengah sudut kota kecil yang melegenda tepatnya di Kota Lasem. Saya merupakan penulis pemula yang ingin mendedikasikan diri khususnya dibidang kepenulisan. Akun Media Sosial FB : Aeyu Loestari IG : @ayu_lestari230801 @lestari_sastra WA : 0858 - 6803 - 1099