Nafas Ibu dan Puisi Lainnya – Ayu Sastra

Nafas Ibu dan Puisi Lainnya

Pict: Pixabay.com


Jengah
Entah maaf yang sudah jengah menganga
Atau kecewa yang terlampau berlarut-larut diulur waktu
Sepi selalu menghantarkan pada doa

Doa yang terhubung ke langit Tak akan pernah jatuh ke bumi
Meskipun hanya sekedar meminta dan memohon
Aku tidak mau bertumpu pada ranting

Karena dia mudah patah
Aku tidak mau bertumpu pada laut
Karena dia mudah menenggelamkan
Aku hanya ingin diriMu
Temani ratapan siang malamku
Lasem, 23 Desember 2023




Sebuah Pesan
Entah seakrab apa kita dulu
Sampai massa merenggut semua
Hanya gawai yang saling online Tanpa mengirim pesan suara
Sehangat apa kita dulu
Sampai untuk sekedar bertandang saja sudah merasa sangat canggung
Lasem, 23 Desember 2023



Nafas Ibu

Bu...Ingatkah waktu setengah abad lalu
Buaian badan masih hangat dalam pelukan
Merengek menginginkan jajan tenongan di pinggir sekolahan
Mengayuh sepeda dari desa ke desa Hanya untuk menghela nafas

Bu...
Asing dan hening sudah menjadi kebiasaan
Saling diam, namun mata tetap tak ketinggalan memantau
Ini bukan salah siapa-siapa Ini karena mungkin salahnya praduga
Pradugaku yang mengada-ada
Pradugamu yang meraba
Ada apa?
Lasem, 23 Desember 2023


- Lestari Sastra -

Ayu Sastra
Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Ayu Lestari, hidup di tengah-tengah sudut kota kecil yang melegenda tepatnya di Kota Lasem. Saya merupakan penulis pemula yang ingin mendedikasikan diri khususnya dibidang kepenulisan. Akun Media Sosial FB : Aeyu Loestari IG : @ayu_lestari230801 @lestari_sastra WA : 0858 - 6803 - 1099