Masih Terbilang Tabu di Negara Indonesia. Kenali Sejak Dini Gejala-Gejala Pada Mental Illness – Ayu Sastra

Masih Terbilang Tabu di Negara Indonesia. Kenali Sejak Dini Gejala-Gejala Pada Mental Illness

Ayusastra.com – Penyakit kejiwaan ini masih terbilang tabu dalam ruang lingkup di masyarakat kita, terutama di negara Indonesia. Mental illness atau biasa disebut dengan anxiety ini dapat menyerang siapa saja. Alih-alih malah menimbulkan berbagai macam penyakit. Banyak orang yang belum berani speak-up terkait anxiety yang diderita karena masih terbersit ketakutan jikalau hal ini dipublikasikan, akan ditertawakan oleh orang lain. Karena, orang pada gangguan tersebut hanya butuh didengar tanpa diberikan kritik dan saran dalam menyelesaikan sebuah masalah. Namun kerap kali lawan bicara dari si penderita menganggap masalah tersebut dengan berkata “gitu saja kok ngeluh.”, “kamu sih, kurang bersyukur.”, “baru gitu aja kok ngeluh, aku ini loh malah lebih berat lagi masalahnya.” Dan lain sebagainya.

Pasalnya, perlu kita ketahui level kecemasan tiap orang itu berbeda-beda. Ada yang sangat kuat, ada juga yang disenggol sedikit sudah terlihat goyah mentalnya. Misalnya saja, seorang dokter A diberikan tugas untuk mengotopsi mayat korban kecelakaan, dengan segala ilmu dan kekuatan mental yang ia miliki, dokter tersebut dapat menyelesaikan tugas otopsi secara baik dan tuntas. Beda lagi dengan dokter C yang mana saat diberikan tugas mengotopsi mayat korban kecelakaan, walaupun dengan segudang ilmu bedah yang dimiliki, jika mentalnya tidak kuat maka dokter tersebut bisa saja mengalami keringat dingin dan akhirnya pingsan.

Ibarat kata yang sederhana, ukuran baju tiap orang itu berbeda-beda. Ada yang muat dengan ukuran S, ada yang muat dengan baju berukuran M, L bahkan XL. Mental illness ini merupakan masalah yang seharusnya diutamakan, mengapa demikian? karena gangguan kesehatan kejiwaan ini dapat menyerang siapa saja, termasuk para remaja. Apa saja penyakit yang bisa ditimbulkan mental illness diantara lain:

a. Psikomatis

Psikomatis merupakan hubungan antara pemikiran psikis yang bisa mempengaruhi kondisi tubuh atau sebaliknya. Kondisi yang menyebabkan si penderita mengalami disfungsi tubuh, namun pada saat melakukan pemeriksaan, tidak ada gejala apapun pada si penderita. Gejala yang ditimbulkan pada gangguan psikomatis seperti jantung berdebar, sesak nafas, keringat dingin, nyeri ulu hati, maag, tidak nafsu makan, demam, dan nyeri kepala. Adapun faktor pendukung psikologis yang kerap terjadi di masyarakat meliputi:

  • Depresi

Yap, benar sekali. Depresi menjadi faktor psikologis utama yang sering muncul. Nah, untuk pengelompokan depresi ada dua macam, yakni depresi minor dan mayor. Untuk depresi minor bisa dilakukan terapi untuk psikoterapi, sedangkan depresi mayor bisa ditangani dengan minum obat depresi.

  • Kecemasan

Cemas ada karena ketakutan yang berlebih, dampak yang ditimbulkan otak akan mengalami ketegangan otot syaraf berlebih. Cemas dibagi pula menjadi dua golongan, yaitu cemas positif dan cemas negatif. Jika cemas positif, bersumber dari adanya terpaan ujian. Adanya hal tersebut dapat menambah semangat dan akhirnya termotivasi untuk memperbaikinya. Sebaliknya, jika cemas itu bernilai negatif, yang bersumber dari ketidakjelasan masalah cemas yang dihadapi dan dilakukan secara berlebihan, otomatis tingkat kecemasan akan bertambah dan lebih parah.

Lalu bagaimana cara mengatasi kecemasan berlebih dari diri kita? Sangat simple, ubah pola pikir yang semula negatif menjadi positif baik dalam segi ekonomi, agama, maupun psikologis. Walaupun pada kenyataannya, masalah tersebut benar adanya tetapi kita bisa meminimalisir dengan sikap positif. Dan, yang nggak kalah penting adalah dengan cara bercerita.

So, untuk itu. Jangan pernah menganggap remeh gangguan mental illness. Karena, kalau tidak segera diatasi dengan cepat, gangguan kejiwaan tersebut akan terus menggerogoti tubuh si penderita dan akhirnya tubuh dengan mudah terserang oleh segala penyakit.   

Ayu Sastra
Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Ayu Lestari, hidup di tengah-tengah sudut kota kecil yang melegenda tepatnya di Kota Lasem. Saya merupakan penulis pemula yang ingin mendedikasikan diri khususnya dibidang kepenulisan. Akun Media Sosial FB : Aeyu Loestari IG : @ayu_lestari230801 @lestari_sastra WA : 0858 - 6803 - 1099