KPU Gelar Debat Capres RI Edisi Pertama: Kandidat Kerahkan Semua Senjata – Ayu Sastra

KPU Gelar Debat Capres RI Edisi Pertama: Kandidat Kerahkan Semua Senjata

Tiga pasangan calon foto bersama usai rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (14/11/2023) Berdiri dari kiri ke kanan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (nomor urut 1), pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (nomor urut 2), dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (nomor urut 3)

REMBANG, ayusastra.com – Komisi Pemilihan Umum telah menggelar debat presiden edisi pertama, pada Selasa (12/12/2023) malam. Terpampang dengan jelas ketiga calon presiden Republik Indonesia mengerahkan semua gagasan, argumen, fakta, maupun data dengan dikemas sedemikian rupa tanpa meninggalkan gaya berdialektika.

Berdasarkan tayangan debat yang berlangsung, terlihat ketiga calon presiden membawa pasukan tim sukses di belakang podium yang telah difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta riuhan tepuk tangan dan yel-yel yang mereka buat.

Tiga capres ini kita ketahui bersama yakni Anies Baswedan nomor urut 1, Prabowo Subianto nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo nomor urut 3.

Penampilan ketiga kandidat pilpres ini turut mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam menentukan siapakah yang akan pantas menyandang sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 2024-2029 ini.

Nampaknya, setiap tim dari calon tersebut diyakini siap melakukan aksi serangan udara. Selain itu, adapun tema debat capres yang tertuang yakni tentang hukum, hak asasi manusia, pemerintahan, pemberantasan korupsi, peningkatan pelayanan publik, kerukunan warga, dan penguatan demokrasi.

Menurut lansiran dari laman kompas.id, Taufik Basari, Wakil Deputi Kampanye Kreatif Timnas Amin (Tim Pemenangan Nasional pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) menjelaskan, Anies akan tampil apa adanya dan menjadi diri sendiri saat berdebat. Anies juga tidak diatur oleh Timnas Amin dalam persiapan nonteknis debat.

Sebab, debat dan penyampaian ide gagasan sudah menjadi hal rutin yang dilakukan Anies. Sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies sering bertemu berbagai kalangan masyarakat, terutama akademisi.

”Mas Anies lebih mementingkan substansi daripada gimik. Sebagai capres, Mas Anies juga punya tanggung jawab untuk memberikan pendidikan politik yang cerdas. Kalau diatur, terlebih dengan gimik-gimik tertentu, akan dapat mengaburkan substansi yang justru lebih dibutuhkan masyarakat dalam menilai calonnya,” ungkap Taufik, pada Senin (11/12/2023).

Guna memaksimalkan substansi materi debat sampai kepada masyarakat, lanjut Taufik, para juru bicara Timnas Amin telah disiapkan untuk menerangkan poin-poin yang disampaikan Anies dalam debat. Karena dalam acara debat terdapat keterbatasan waktu, materi yang masih ingin dielaborasi akan diperjelas oleh juru bicara, termasuk disampaikan melalui media sosial.

”Bukan dalam rangka meramaikan (debat), tapi para jubir akan bersiap dalam rangka memberikan pemahaman terhadap apa yang disampaikan Anies dalam debat. Ini sebagai bagian dari pendidikan politik bagi publik,” sahutnya.

Setiap tim diyakini dalam menyiapkan segala serangan udara saat debat Calon Presiden (Capres) tim kampanye setiap kandidat diyakini akan siap melakukan serangan udara. Kekeliruan dari salah satu kandidat saat debat akan dimanfaatkan untuk mendegradasi kredibilitas lawan politik.

Untuk memaksimalkan substansi materi debat sampai kepada masyarakat, lanjut Taufik, para juru bicara Timnas Amin telah disiapkan untuk menerangkan poin-poin yang disampaikan Anies dalam debat. Karena dalam acara debat terdapat keterbatasan waktu, materi yang masih ingin dielaborasi akan diperjelas oleh juru bicara, termasuk disampaikan melalui media sosial.

”Bukan dalam rangka meramaikan (debat), tapi para jubir akan bersiap dalam rangka memberikan pemahaman terhadap apa yang disampaikan Anies dalam debat. Ini sebagai bagian dari pendidikan politik bagi publik,” ujarnya.

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD menyatakan, persiapan menjelang debat perdana calon presiden terus intens dilakukan. Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto, mengatakan, selama beberapa hari ini, Ganjar dan Mahfud melakukan kunjungan ke banyak daerah guna menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus melihat secara langsung berbagai persoalan yang ada.

Hasil kunjungan itu kemudian dirangkum sebagai bahan persiapan debat. Keduanya juga akan berusaha menyampaikan setiap inti gagasan dan narasi utama dengan cara komunikasi yang super-efektif sehingga lebih mudah diterima publik.

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto juga terus mempersiapkan diri untuk mengikuti debat. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid, mengatakan, Prabowo mempersiapkan diri untuk mengikuti debat dengan cara mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, membangun narasi, hingga menyusun program-program yang akan dikemukakan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Selain soal substansi, Nusron tidak memungkiri, Prabowo juga masih akan mempertahankan gimik khasnya, yakni joget gemoy. Joget tersebut merupakan cara yang dilakukan Prabowo untuk membangun nuansa riang gembira, karena politik harus pula bisa membahagiakan masyarakat. ”Kami meyakini bahwa paslon (pasangan calon) kami gagasannya kuat, gimiknya juga kuat. Yang lain gagasannya enggak kuat, gimiknya juga enggak kuat,” ujarnya (Kompas.id, 11/12/2023).

Tentang Serangan Udara

Pengajar komunikasi politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Nyarwi Ahmad, mengingatkan pasangan capres-cawapres untuk benar-benar memaksimalkan debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum. Nyarwi berkeyakinan, debat bisa menjadi salah satu pertimbangan pemilih untuk menentukan capres-cawapres, terutama di kalangan pemilih mengambang.

Nyarwi mencontohkan, dari hasil survei Litbang Kompas, pemilih yang masih bimbang (undecided voters) mencapai 28,7 persen. Karena itu, para pemilih mengambang sangat mungkin melihat visi-misi kedua pasangan kandidat melalui debat. Selain itu, gaya bicara dan bahasa tubuh kedua pasangan capres-cawapres dalam debat juga akan dinilai oleh masyarakat. Dilansir dari laman Kompas.id.

”Debat itu bukan hanya menyampaikan gagasan, visi dan misi saja, tetapi juga ada gaya dan penampilan, retorika, pilihan kata atau diksi dan gimik-gimik juga akan menjadi daya tarik bagi pemilih. Dugaan saya, debat nanti juga akan lebih menonjolkan kejutan atraktif atau menampilkan perbedaan masing-masing dengan kandidat lainnya,” katanya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, di dalam forum debat Pilpres 2024, tim kampanye setiap kandidat juga akan memaksimalkan kampanye serangan udara. Sebab, debat yang disiarkan secara langsung oleh media penyiaran bisa menjadi konten kampanye yang disebarkan di media sosial.

”Misalnya ada kekeliruan berargumen atau selip lidah dari salah seorang kandidat pilpres saat berdebat akan dimanfaatkan untuk mendegradasi kredibilitas politik dan elektoral oleh lawan politiknya,” ujar Adi.

(ayl/fka)

Ayu Sastra
Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Ayu Lestari, hidup di tengah-tengah sudut kota kecil yang melegenda tepatnya di Kota Lasem. Saya merupakan penulis pemula yang ingin mendedikasikan diri khususnya dibidang kepenulisan. Akun Media Sosial FB : Aeyu Loestari IG : @ayu_lestari230801 @lestari_sastra WA : 0858 - 6803 - 1099