Kamu Pecandu Game Online? Simak Ini Baik-Baik – Ayu Sastra

Kamu Pecandu Game Online? Simak Ini Baik-Baik

picture by pixabay.com

REMBANG, ayusastra.com – Capek habis pulang kuliah dan ngantor emang afdolnya main game. Apalagi level terakhir mainnya sudah sampai level atas. Ya kan gais? Nah, ngomongin soal permainan untuk zaman sekarang, sering kali kita jumpai anak-anak, remaja, dewasa, bahkan tua renta sekalipun masih menggemari game online.

Mengapa game online ini banyak digandrungi oleh pengguna warga +62? Ya karena game online itu asyik dan menyenangkan. Selain itu, bermain game online dapat menetralisir ketegangan otak karena kesibukan kita sehari-hari, mengisi waktu luang, dapat memancarkan hormon dopamin (penghasil hormon rasa bahagia), bahkan tak tanggung-tanggung, bermain game online ini dapat menghasilkan uang, lho. Tapi ga banyak orang yang tahu sih tentang hal ini. Hahaha.

Menurut data yang ada di katadata.co.id, persentase negara asia dalam penggunaan game online, Indonesia menduduki nomor tiga dari Filipina dan Thailand. Dengan selisih nilai yang tipis sekali. Filipina sebanyak 95,6%, Thailand berjumlah 94,7%, dan Indonesia sebesar 94,5%.

Sampai saat ini kesadaran masyarakat terhadap dampak perilaku adiksi game online masih sangat rendah. Dalam jangka panjang adiksi game online ini akan terus bertambah dan dapat menimbulkan gangguan psikis yang berkepanjangan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2018 lalu sudah menetapkan bahwa perilaku adiksi game online sebagai salah satu bentuk gangguan mental yang disebut dengan istilah gaming disorder.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, Yee (2006) menemukan sebanyak 67,8% remaja laki-laki dan 47,7% remaja perempuan yang merupakan pemain game online terindikasi kecanduan game online dengan rentan usia 12-28 tahun.

Selain itu, hasil survey lain yang membuktikan bahwa 52 juta orang Indonesia konsisten bermain game online. Sekitar 82% pemaian game online mengungkapkan bahwa mereka merasa senang saat bermain game online karena mereka dapat terhubung dengan orang lain di tempat yang berbeda secara online, sedangkan 62% pemain game online bermain game online setidaknya sekitar 1-3 jam per hari dan sebanyak 69% pemain game online memilih menggunakan perangkat smartphone untuk bermain game online (Ahmad, 2022).

Dari tahun ke tahun, deretan game online yang paling diminati ini banyak bermunculan, antara lain mobil legend, free fire, higs domino island, subway surfers, fifa soccer, football league, pubg mobile, roblox, arena of valor, dan masih banyak lagi.

Tapi sejauh ini, Mobile Legend sih yang paling menonjol dari game online yang lain. Kenapa bisa begitu? Ya secara realistis, mobile legend dapat menyesuaikan target pasar masyarakat kelas atas sampai bawah. Dan yang terpenting bermain game online ini sangat mudah, dengan hanya menggunakan gawai.

Bukan hanya itu saja, mobile legend telah memiliki jutaan influencer di Indonesia yang secara otomatis menginspirasi banyak orang untuk semangat bermain game, dan lagi-lagi, potensi menjadi gamers profesional yang luas dan jangkauannya mudah sekali.

Semua pernyataan diatas akan menjadi sebuah alibi semata apabila tidak melihat dari segi keburukannya. Apa itu? Yap, terkena addictive game.

Game Addictive ini merupakan rasa candu dalam bermain game secara berlebihan yang menyebabkan pemain tersebut tidak bisa mengontrol diri untuk berhenti memainkan game tersebut.

Efek jangka panjangnya, orang tersebut akan mengalami keterlambatan berpikir pada otak dan menurunkan prestasi dan produktivitasnya, sering merasa cemas, sering mengumpat, marah, dan butuh waktu lebih lama untuk menggenggam stick game atau gadget yang dimiringkan dengan mengisi baterai.

Menurut Ayu & Saragih tahun 2016, pemain game online yang mengalami adiksi menghabiskan lebih dari 4-6 jam dalam sehari untuk bermain game online.

Sedangkan dari Lemmens, Valkenburg, & Peter, 2009, individu dikatakan mengalami adiksi jika mengalami empat atau lebih kriteria adiksi berikut ini selama 6 bulan sejak individu bermain game online, yaitu menganggap game online sebagai aktivitas yang paling penting, peningkatan durasi bermain game online secara bertahap, mengalami perubahan suasana hati, mengalami penarikan diri dari lingkungan sosial, dan kecenderungan mengulangi pola bermain game online yang sebelumnya dilakukan.

Kalau begitu, kira-kira apa saja faktor pengaruh dari terjadinya game addiction itu?

Pertama, adanya penghargaan yang cepat. Pujian dari teman bahkan lawan main (mabar) itu menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi pecandu game online. Apalagi jika keberhasilannya itu dapat dilihat dan diakui oleh banyak orang, sehingga dapat dibuktikan jika ia sangat mahir bermain game.

Kedua, hormon dopamin, adalah senyawa kimia organik yang ada di tubuh manusia yang berguna untuk mengatur dan menstimulasi rasa yang timbul secara alami (baik itu sedih, cemas, bahagia, takut, bangga, dan lain-lain).

Kenapa muncul hormon dopamin? Ya karena dia diciptakan tuhan untuk mengendalikan apa-apa yang dirasakan oleh si manusia bernyawa yang sedang kecanduan bermain game misalnya. Hormon ini, lambat laun akan meningkat dan akhirnya mengganggu kestabilan emosi makhluk hidup.

Yang ketiga, adalah karena ingin lari dari kenyataan. Tidak semua orang memiliki mental sekuat baja. Maka dari itu, game menjadi salah satu pelarian orang untuk menghindar sementara dari masalah.

Lalu, ada juga karena faktor komunitas. Kok bisa komunitas? Tentu bisa. Sebab, lingkungan yang ada di circle komunitas tersebut mempengaruhi intensitas dalam bermain game. Terkadang kita ingin untuk berhenti main, tapi ada saja teman yang ingin mabar alias main bareng kepada kita.

Mau tidak mau karena menjunjung tinggi arti solidaritas dan rasa tidak enak untuk menolak, kita menyanggupi untuk melanjutkan bermain game online. Syukur-syukur kalau mainnya ditunjang dengan hotspot atau wifi.

Kalau sudah tercandu-candu, apa yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan addictive game ini? caranya dengan mencari dukungan orang terdekat, mutasi lingkungan, dan rehabilitasi.

Dukungan dari keluarga terdekat itu sangatlah penting. Lantaran, seseorang tersebut dapat terdorong untuk sembuh dan memupuk rasa percaya diri secara perlahan-lahan.

Kemudian cara selanjutnya yaitu dengan mutasi lingkungan. 99,9% teman tongkrongan dapat mempengaruhi apakah kita masih saja kecanduan bermain game atau tidak. Jika temanmu saja tidak bisa berhenti bermain game, apalagi kamu. Niat untuk pulih dari kecanduan bermain pun akan pupus dan luruh.

Dan, cara terakhir yang paling ampuh adalah rehabilitasi secara profesional. Teknik ini sangat jitu untuk permainan adiksi penderita. Karena nantinya akan diberikan suatu terapi dan obat khusus bagi penderita dan pengobatan serta pembinaannya dilakukan secara bertahap.

(Ayu Lestari)

Ayu Sastra
Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Ayu Lestari, hidup di tengah-tengah sudut kota kecil yang melegenda tepatnya di Kota Lasem. Saya merupakan penulis pemula yang ingin mendedikasikan diri khususnya dibidang kepenulisan. Akun Media Sosial FB : Aeyu Loestari IG : @ayu_lestari230801 @lestari_sastra WA : 0858 - 6803 - 1099