Ini Dia 2 Makanan Tradisional Khas Lasem Yang Melegenda – Ayu Sastra

Ini Dia 2 Makanan Tradisional Khas Lasem Yang Melegenda

Siapa yang tidak kenal dengan Lasem. Lasem merupakan kota madya yang berada di wilayah Kabupaten Rembang berjarak 12 km di sebelah timur kota Rembang di Jalan Pos Daendels atau de Groote postweg tahun 1808. Lasem terkenal dengan berbagai sebutan seperti kota tiongkok kecil, kota toleransi, kota santri, kota batik, dan kota garam.

Menjadi legenda dan kaya akan cita rasa dan makna filosofi tinggi, mungkin menjadi ucapan yang tepat untuk makanan tradisional asal Lasem ini. Berbagai macam rasa pedas, asin, dan manis, bisa dicari di Lasem. Berkat kepopulerannya makanan khas tersebut dan masyarakat yang getol melestarikan, 2 makanan asal Lasem paling banyak dicari dan di gemari. Apa saja racikan makanan tradisional tersebut?

1. Urap Latoh

Urap latoh termasuk kategori makanan tradisional jenis urap-urapan. Dari latohnya sendiri berasal dari anggur laut yang hidup menumpanh di karang yang dangkal. Latoh menjadi olahan makanan khas yang legend di hati masyarakat Lasem. Bagaimana tidak, latoh atau anggur laut ini memiliki rasa asin yang dipadukan dengan gurihnya parutan kelapa yang menambah cita rasa bagi seseorang yang menyantapnya.

Bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk membuat urap latoh ini sangat mudah cukup dengan memarut kelapa yang masih muda, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, kencur, garam, gula yang dihaluskan menggunakan cobek atau layah. Setelah bumbu itu dirasa sudah halus, campurkan anggur laut yang masih segar itu dan jangan lupa tambahkan suwiran ikan panggang atau ikan yang lain sesuai selera.

Masakan urap latoh ini awet sekitar 3-5 jam. Selain itu, menu urap latoh ini cocok dimakan pada saat pagi atau siang hari yang mana air dari anggur laut itu sendiri selain asin juga segar di tenggorokan untuk dimakan.

2. Botok

Nama botok sendiri juga berasal dari daerah Lasem. Masih satu rumpun dengan urap latoh, bahan utama yang dibutuhkan disini juga menggunakan parutan kelapa muda yang sudah dimarinasi dengan berbagai bumbu-bumbu rahasianya.

Berbeda dengan urap latoh, botok dimakan sebagai pendamping makanan berkuah seperti sayur asem, sayur bayam dan lain-lain. Walaupun begitu botok juga bisa dimakan dengan nasi putih saja, itupun sudah sangat enak.

Bahan-bahan yang diperlukan seperti cabe, bawang merah, bawang putih, kunyit, kencur, daun jeruk, ketumbar, garam, gula diulek hingga tercampur rata. Tambahan isi toping botoknya beraneka ragam, bisa menggunakan tahu, jamur, maupun ikan teri. Setelah itu dibungkus dengan daun pisang setelah itu dikaitkan dengan lidi kecil yang runcing.

Botok di kukus selama 50 menit sampai warna daun pisang berubah menjadi kecoklatan yang menandakan botok sudah siap dihidangkan.

Ayu Sastra
Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Ayu Lestari, hidup di tengah-tengah sudut kota kecil yang melegenda tepatnya di Kota Lasem. Saya merupakan penulis pemula yang ingin mendedikasikan diri khususnya dibidang kepenulisan. Akun Media Sosial FB : Aeyu Loestari IG : @ayu_lestari230801 @lestari_sastra WA : 0858 - 6803 - 1099